Jumat, 21 September 2012

LAPORAN PRAKTIKUM INDIVIDU



Logo Unnes.jpg

Judul Praktikum                      : Membaca Kode Warna dan Mengukur
  Nilai Resistor                          
Mata Kuliah / Kode                : Menggambar Teknik Elektro / 530281
Semester / SKS                       : 1 (satu) / 2 SKS

Nama Mahasiswa                    : Abdullah Labib
NIM                                        : 5301412008
Kelompok                                : 3
Tanggal Praktikum                  : 10 September 2012
Tanggal Penyerahan Laporan  : 18 September 2012

Dosen Pengampu                    : Bapak Agus Purwanto

Nilai                                         :




LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2012
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
Laboratorium: Elektro
Membaca Kode Warna dan Mengukur Nilai Resistor
Smt: 1 Praktek Ke:1
Jurusan: Teknik Elektro
Waktu : 2 SKS

A.  Tujuan Praktikum

1.      Membaca kode warna dan mengukur nilai hambatan serta membandingkan harga terukur terhadap kode warna.
2.      Membandingkan hasil pengukuran dengan pembacaan.

B.  Teori Dasar


Berbagai Jenis type dan bentuk Resistor
Berbagai Jenis type dan bentuk Resistor

      
Potensiometer
L D R
N T C
Trimpot
Lambang-lambang dari beberapa Jenis Resistor

Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi sebagai pembagi arus dan tegangan, juga alat yang digunakan untuk menghambat arus listrik. Satuan resistor adalah Ohm (W).
Alat ukurnya Ohm-meter. Sebuah resistor dapat didesain sedemikian rupa sehingga dapat mempunyai nilai hambatan tertentu. Berdasarkan nilai hambatannya, resistor dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu resistor tetap (yang mempunyai nilai hambatan tertentu/tetap) dan resistor variabel (resistor yang nilai hambatannya dapat diubah-ubah/diatur).
Resistor juga dapat dikelompokkan berdasarkan bahan pembuatannya, yaitu resistor lilitan kawat dan resistor karbon.Resistor lilitan kawat digunakan untuk berbagai keperluan yang membutuhkan akurasi cukup tinggi dan peralatan yang menggunakan variasi arus yang besar, sedangkan resistor karbon merupakan resistor yang paling banyak beredar di pasaran.Resistor karbon mempunyai nilai hambatan yang tetap karena itu disebut juga resistor tetap

Untuk membaca besarnya resistansi dari resistor yang mempunyai kode warna adalah sebagai berikut:
1.      Lingkaran I dan II menunjukkan angka.
2.      Lingkaran III menunjukkan kelipatan logaritmig.
3.      Lingkaran IV menunjukkan prosen toleransi.

Arti warna dapat dilihat pada tabel dibawah:

Contoh:


 





Lingkaran   I
Lingkaran  II
Lingkaran III
Lingkaran IV
                                                                         
Lingkaran  I ( Kuning )           =  4                  Nilai R = 47 x 102  ± 5%

Lingkaran II ( Ungu )             =  7                              =  4.700 ± 5% . 4700 Ohm

Lingkaran III ( Merah )           =  1 x 102                           =  4,7 K Ohm atau 4K7 Ohm

Lingkaran IV ( Emas )            =  5%  

Mengukur Resistor berukuran besar
Cara mengukur Resistor berukuran besar

Perlu diperhatikan bahwa, sebelum mengukur pastikan tombol AVR di set ke tempat yang tepat. contohnya bila kita hanya mengukur resistor dibawah 1K maka arahkan tombol AVR ke skala X 100, bila kita mengukur dibawah 100 Ohm maka arahkan tombol ke X 1 dan untuk mengukur resistor yang besar dengan menggunakan arus listrik, maka tombol AVR kita arahkan ke arah voltage sesuai dengan voltage yang kita gunakan, misalnya kita menggunakan voltage 220 Volt. maka arahkanlah tombol AVR ke tegangan arus bolak-balik (AC) dengan skala 500 Volt AC.
Sekali lagi perhatikan baik-baik sebelum melakukan hal ini, sebab bila anda salah menempatkan tombol maka AVR anda sudah dipastikan akan rusak. Sekarang melihat lagi AVR,biasanya bergeraknya sedikit, diujung AVR ada tertera ukuran 1M, 2M dan 10M dengan skala 100 K perbaris. Tanpa disadari bahwa cara mengukur resistor dengan ukuran besar, ini juga dapat mengetahui berapa arus listrik yang mengalir dirumah ,coba lagi rumus diatas. Untuk mengetahui arus listrik ( i ) menurut persamaan matematika maka i = V : R.
 Perlu diketahui saat memasangkan alat ukur pada komponen yang akan di ukur. Jangan pasang alat ukur ohm saat komponen masih bertegangan dan bacalah alat ukur. Misal warna cincin pertama oranye dan cincin kedua kuning, ketiga kuning kemudian saklar pemilih menunjukkan perkalian skala yaitu x 10k maka nilai resistansi tahanan / resistor tersebut adalah:

Nilai yang di tunjuk jarum       = 34
Skala pengali                           = 10 k / 104
Maka nilai resitansinya            = 34 x 10 k
= 340 k = 340.000 Ohm.

C.  Alat dan Bahan yang diperlukan

1.      Alat
a. Multimeter

2.      Bahan
b. Resistor

D.  Langkah Kerja

1.      Persiapkan alat dan bahannya.
2.      Tulislah warna cincin – cincin pada penghambat dengan urutan yang benar (cincin untuk toleransi adalah yang paling kanan biasanya berwarna emas atau perak).
3.      Tulis harga hambatan termasuk besar toleransinya menurut kode warna.
4.      Pilihlah atau atur kedudukan batas ukur/skala yang tepat untuk mengukur setiap hambatan/resistor.
5.      Sebelum pengkuran dimulai, mengatur jarum penunjuk tepat pada titik nol dengan cara memutar sekrup pengatur jarum /titik nol, catat batas ukur/skala yang dipakai.
6.      Lalu ukurlah resistor tersebut dengan menghubungkan hasil pengukurannya, jangan memegang kedua ujung penghambat dengan tangan pada waktu pengukuran. Lalu catatlah hasil pengukuran.


E.  Data Pengukuran

No.
Harga Pembacaan Resistor
Harga Pengukuran Resistor
1.
33.104 ± 5%
3,3.100K Ω
2.
56.102 ± 5%
5,6.1 K Ω
3.
47.102± 5%
4,7.1 K Ω
4.
27.102± 5%
2,7 K / 2K7 Ω
5.
100.103± 1%
1.100 K Ω

F.   Analisis dan Pembahasan

1.      Harga R Pembacaan dan Pengukturan
a.       Resistor 1 = Lingkaran warna  orange = 3
                     Lingkaran warna orange = 3
                     Lingkaran warna kuning = 104 
                     Lingkaran warna emas    =  5%   +
                     33.104
± 5% Ω
   330.000 ± 5% .330.000 Ω
   313.500 s/d 346500 Ω (batas atas dan bawah)
Hasil pengukuran= 33.100 K

b.      Resistor 2 = Lingkaran warna hijau   = 5
                     Lingkaran warna biru    = 6
                     Lingkaran warna merah = 102
                     Lingkaran warna emas   = 5%   +
                     56.102
± 5% Ω
   5600 ± 5% . 5600 Ω
   5320 s/d 5880 Ω (batas atas dan bawah)
Hasil pengukuran= 5,6.1 K

c.       Resistor 3 = Lingkaran warna kuning  = 4
                     Lingkaran warna ungu      = 7
                     Lingkaran warna merah  = 102
                     Lingkaran warna emas   = 5%   +
                     47.102
± 5% Ω
   4700 ± 5% . 4700 Ω
   4465 s/d 4935 Ω (batas atas dan bawah)
Hasil pengukuran= 5,6.1 K

d.      Resistor 4 = Lingkaran warna merah   = 2
                     Lingkaran warna ungu    = 7
                     Lingkaran warna merah = 102
                     Lingkaran warna emas   = 5%   +
                     27.102
± 5% Ω
   2700 ± 5% . 2700 Ω
   2565 s/d 2835  Ω (batas atas dan bawah)
Hasil pengukuran= 2,7.1 K

e.       Resistor 2 = Lingkaran warna coklat   = 1
                    Lingkaran warna hitam   = 0
                    Lingkaran warna hitam   = 0
  Lingkaran warna Oranye= 103
   Lingkaran warna Coklat = -%  +
                                                  100.103 ± 1% Ω
                                      100.000 ± 1% Ω
Hasil pengukuran= 1.100 K



G.  Kesimpulan

Setelah melakukan praktek menghitung/mengukur besaran nilai dari hambatan resistor maka bisa diambil kesimpulan. Perhitungan besar daripada resistor / hambatan bias dilakukan dengan cara menghitung secara manual yaitu dengan membaca lingkaran warna pada resistor sesuai dengan nilai/harga dari warna yang ada atau bisa juga dilakukan dengan menggunakan alat ukur tegangan multitester. Hal lainnya yang didapat yaitu
1.      Adjust ohms meter berfungsi sebagai pengatur agar jarum meter unit tepat pada posisi simpangan skala penuh,
2.      dalam pemindahan batas ukur dapat mempermudah pembacaan nilai resistor,
3.      jika batas ukur diganti maka  ohms meter adjust harus kita pertimbangkan atau diatur agar jarum penunjuk pada meter unit berada pada simpangan skala penuh.
4.      Resistor yang kita ukur masih dalam keadaan baik karena masih dalam batas ukur.
5.      Dalam pembacaan pada sudut yang berbeda akan mempengaruhi pembacaan nilai hambatan resistor serta kehilangan muatan saat pengukuran.

Hasil pengukuran bisa saja berbeda antara pengukuran dengan cara membaca kode warna dengan pengukuran menggunakan alat multitester, hal ini disebabkan oleh beberapa factor diantaranya bisa karena sudut pandang yang berbeda, jarum  yang tidak diatur hingga titik nol ataupun bisa juga karena kesalahan terhadap pembacanya. Maka dari itu dibutuhkan ketelitian dalam membacanya.

2 komentar:

  1. I am curiouѕ to fіnd out ωhat blοg systеm yоu are utilizing?
    ӏ'm experiencing some small security issues with my latest site and I'd lіke
    to find ѕomething mοre safе.

    Do yοu have any ѕuggestіons?

    Have a lοok аt my web-ѕite: resistor Inductance

    BalasHapus

Comment Disini ya . . . :)